Kamis, 14 November 2013

sikap positif dan negatif terhadap konstitusi negara

Sikap Positif terhadap Hasil Amandemen UUD 1945



  • Sikap Positif terhadap Pelaksanaan UUD 1945 hasil amandemen
    Sebagai warga Negara yang baik adalah memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan Negara, yang meliputi kesetiaan terhadap ideologi Negara, kesetiaan terhadap konstitusi, kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu maka setiap warga Negara harus dan wajib untuk memiliki prilaku positif terhadap konstitusi, yang mempunyai makna berprilaku peduli atau memperhatikan konstitusi (UUD), mempelajari isinya, mengkaji maknanya, melaksanakan nilai-nilai yang terjandung didalamnya, mengamalkan dalam kehidupan, dan berani menegakkan jika konstitusi di langgar.Adapun contoh sikap positif tersebut antara lain :Berusaha mempelajari isi konstitusi hasil amandeman agar memahami makna konstitusi tersebut.
    Melaksanakan isi konstitusi sesuai dengan profesi masing-masing.
    Membantu pemerintah dalam mensosialisasikan isi konstitusi hasil amandeman kepada warga masyarakat.
    Melaporkan kepada yang berwajib apabila ada pihak-pihak yang melanggar konstitusi.
    Mengawasi para penyelenggara Negara agar melaksaakan tugasnya sesuai konstitusi yang berlaku
    Mempelajarai peraturan perundang-undangan yang berlaku apakah sudah sesuai atau belum dengan konstitusi, jika belum kita usulkan kepada yang berwenang agar ada perubahan.
    Mengamati berbagai kegiatan politik/ partai politik, apakah sudah sesuai dengan amanat konstitusi
    Menanamkan nilai-nilai konstitusi khususnya perjuangan bangsa kepada generasi muda
    Menangkal masuknya ideology asing yang bertentangan dengan konstitusi Indonesia.

    Usaha mengembangkan sikap positif terhadap UUD hasil amandemen antara lain :
    Mensosialisakan isi / muatan konstitusi hasil amandemen melalui kursus, penataran, symposium dan diskusi
    Mengadakan penyuluhan akan arti pentingnya hidup berbangsa dan bernegara
    Pemebentukan peraturan harus sesuai dengan dengan konstitusi
    Sistem politik, ekonomi, social budaya dan pertahanan keamanan ahrus sesuai prinsip yang ada dalam konstitusi
    Mengadakan pengawasan secara ketat terhadap para penyelenggara Negara

    Wujud Partisipasi terhadap pelaksanaan UUD hasil amandemen :
  • Dalam diri Pribadi
    Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain
    Mematuhi dan mentaati peraturan yang berlaku
    Tidak main hakim sendiri
    Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban



Dalam keluarga
Taat dan patuh terhadap orang tua
Ada keterbukaan terhadap permasalahan yang dihadapi
Memiliki etika terhadap sesama anggota keluarga
Mengembangkan sikap sportif

Dalam Sekolah
Taat dan patuh terhadap tata tertib sekolah
Melaksanakan program kegiatan OSIS dengan baik
Mengembangkan sikap sadar dan rasional
Melaksanakan hasil keputusan bersama



Dalam masyarakat
Menjunjung tinggi norma-norma pergaulan
Mengikuti kegiatan yang ada dalam karang taruna
Menjalin persatuan dan kerukunan warga melalui berbagai kegiatan
Sadar pada ketentuan yang menjadi keputusan bersma



Dalam berbangsa dan bernegara
Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen
Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingtan bangsa dan Negara
Sadar akan kedudukanya sebagai warga Negara yang baik
Setia membela Negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.



Sikap positif dan negatif terhadap Dasar Negara dan Konstitusi, serta sikap yang menunjukan Kesetiaan Bela Negara



Sikap Positif dan Negatif Terhadap Dasar Negara Kita, Pancasila







Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak bisa lepas dari nilai. Nilai akan selalu berada di sekitar manusia dan melingkupi kehidupan manusia dalam segala bidang. Nilai amat banyak dan selalu berkembang. Contoh, nilai kejujuran, kedamaian, kecantikan, keindahan, keadilan, kebersamaan, ketakwaan, keharmonisan, dan Iain-Iain.



Diterimanya Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional membawa konsekuensi logis bahwa nilai-nilai Pancasila dijadikan landasan pokok dan landasan
fundamental bagi penyelenggaraan bernegara Indonesia. Pancasila berisi lima sila yang pada hakikatnya berisi lima nilai dasar yang fundamental. Nilai-nilai dasar dari Pancasila tersebut adalah nilai ketuhanan Yang Maha Esa, nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab, nilai Persatuan Indonesia, nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan nilai Keadilan social bagi seluruh rakyat indonesia.



Dengan penyataan secara singkat bahwa nilai dasar dari Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan, dan nilai Keadilan. Dengan penjelasan sebagai berikut.



1. Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengandung arti adanya pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta. Dengan nilai ini menyatakan bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius, bukan bangsa yang ateis. Pengakuan terhadap Tuhan diwujudkan dengan perbuatan untuk taat pada perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan ajaran atau tuntunan agama yang dianutnya. Nilai ketuhanan juga memiliki arti adanya pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan, serta tidak berlaku diskriminatif antarumat beragama.



2. Nilai Kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti kesadaran sikap dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Manusia perlu diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya, sebagai mahkluk Tuhan yang sama derajatnya dan sama hak dan kewajiban asasinya. Berdasar nilai ini maka secara mutlak ada pengakuan terhadap hak asasi manusia.



3. Nilai Persatuan Indonesia mengandung makna usaha ke arah bersatu dalam kebulatan rakyat untuk membina rasa nasionalisme dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Persatuan Indonesia sekaligus mengakui dan menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Adanya perbedaan bukan sebagai sebab perselisihan, tetapi justru dapat menciptakan kebersamaan. Kesadaran ini tercipta dengan baik jika sungguh-sungguh menghayati sesanti “Bhineka Tunggal Ika”.



4. Nilai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan mengandung makna suatu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan. Berdasar nilai ini maka diakui paham demokrasi yang lebih mengutamakan pengambilan keputusan melalui musyawarah mufakat.



5. Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur secara lahiriah maupun batiniah. Berdasar pada nilai ini maka keadilan adalah nilai yang am’at mendasar yang diharapkan oleh seluruh bangsa. Negara Indonesia yang diharapkan adalah negara Indonesia yang berkeadilan.



Untuk bersedia melaksanakan secara konsisten Pancasila dalam kehidupan bernegara, terlebih dahulu kita perlu memiliki sikap yang positif terhadap Pancasila. Beberapa bentuk sikap positif terhadap Pancasila, antara lain:



a. Menerima Pancasila sebagai dasar dan ideologi yang tepat untuk bangsa Indonesia



b. Bersedia mempelajari Pancasila dalam rangka meningkatkan pemahaman dan keyakinan kita terhadap dasar dan ideologi negara Indonesia tersebut



c. Menolak ideologi lain yang akan menggantikan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia



d. Bersedia mempelajari ideologi lain tetapi dalam rangka memperkuat pemahaman dan keyakinan bangsa terhadap ideologi pancasila



e. Menerima masuknya nilai-nilai lain yang dapat memperkaya Pancasila sebagai ideologi terbuka







Sikap tersebut dapat diwujudkan sebagai pengamalan dari Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Pancasila oleh warga negara, baik warga negara biasa ataupun penyelenggara negara dapat diiakukan dengan dua cara, yaitu:



a. Pengamalan subjektif, artinya setiap warga negara taat dan melaksanakan norma-norma
moral yang bersumberkan pada nilai-nilai Pancasila.



b. Pengamalan secara objektif, artinya warga negara taat, patuh, dan melaksanakan norma-norma hukum Negara yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.



Beberapa contoh sikap positif terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara Indonesia, antara lain:



a. Mempelajari dan mengkaji tentang Pancasila



b. Menyebarluaskan dan memasyarakatkan Pancasila ke masyarakat melalui berbagai kegiatan, seperti seminar, debat, diskusi, permainan, dan Iain-Iain



c. Mengamalkan nilai-nilai moral dan norma moral yang bersumberkan pada Pancasila



d. Menaati norma-norma moral yang berlaku di masyarakat Indonesia



e. Menaati norma hukum yang telah ditetapkan di Indonesia



f. Berperan serta dalam mencegah dan menanggulangi upaya-upaya yang akan menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi lain di Indonesia.






Sedangkan contoh sikap negatif terhadap Pancasila sebagai dasar negara yang harus kita hindari adalah:



a. Menyepelekan Pancasila sebagai dasar negara kita



b. Menyebarkan ideologi lain untuk menghancurkan ideologi Pancasila



c. Tidak mau mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila



d. Tidak mau mempelajari nilai-nilai dalam Pancasila



e. Tidak mematuhi norma-norma yang terkandung dalam Pancasila









Sikap Positif dan Negatif Terhadap Konstitusi Kita, UUD 1945







Sebagai Warga Negara yang baik adalah Warga Negara yang memiliki kesetiaan terhadap bangsa dan Negara, yang meliputi kesetiaan terhadap ideologi Negara, kesetiaan terhadap konstitusi, kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah. Oleh sebab itu, maka setiap warga Negara harus dan wajib untuk memiliki prilaku positif terhadap konstitusi, yang mempunyai makna berprilaku peduli atau memperhatikan konstitusi (UUD), mempelajari isinya, mengkaji maknanya, melaksanakan nilai-nilai yang terjandung didalamnya, mengamalkan dalam kehidupan, dan berani menegakkan jika konstitusi di langgar.



Adapun beberapa sikap positif terhadap Konstitusi antara lain:



a. Berusaha mempelajari isi konstitusi agar memahami makna konstitusi tersebut



b. Melaksanakan isi konstitusi sesuai dengan profesi masing-masing



c. Membantu pemerintah dalam mensosialisasikan isi konstitusi kepada warga masyarakat



d. Melaporkan kepada yang berwajib apabila ada pihak-pihak yang melanggar konstitusi



e. Mengawasi para penyelenggara Negara agar melaksaakan tugasnya sesuai konstitusi yang berlaku



f. Mempelajarai peraturan perundang-undangan yang berlaku apakah sudah sesuai atau belum dengan konstitusi, jika belum kita usulkan kepada yang berwenang agar ada perubahan



g. Mengamati berbagai kegiatan politik/ partai politik, apakah sudah sesuai dengan amanat konstitusi



h. Menanamkan nilai-nilai konstitusi khususnya perjuangan bangsa kepada generasi muda



i. Menangkal masuknya ideologi asing yang bertentangan dengan konstitusi Indonesia.







Sikap positif juga dapat di terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan ruang lingkup:



1. Diri pribadi:



a. Mengakui dan menghargai hak-hak asasi orang lain



b. Mematuhi dan mentaati peraturan yang berlaku



c. Tidak main hakim sendiri



d. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban



2. Keluarga:



a. Taat dan patuh terhadap orang tua



b. Ada keterbukaan terhadap permasalahan yang dihadapi



c. Memiliki etika terhadap sesama anggota keluarga



d. Mengembangkan sikap sportif



3. Sekolah:



a. Taat dan patuh terhadap tata tertib sekolah



b. Melaksanakan program kegiatan OSIS dengan baik



c. Mengembangkan sikap sadar dan rasional



d. Melaksanakan hasil keputusan bersama



4. Masyarakat:



a. Menjunjung tinggi norma-norma pergaulan



b. Mengikuti kegiatan yang ada dalam karang taruna



c. Menjalin persatuan dan kerukunan warga melalui berbagai kegiatan



d. Sadar pada ketentuan yang menjadi keputusan bersama



5. Berbangsa dan Bernegara:



a. Sanggup melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen



b. Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingtan bangsa dan Negara



c. Sadar akan kedudukanya sebagai warga Negara yang baik



d. Setia membela Negara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku







Adapun sikap negatif terhadap Konstitusi yang tidakbaik untuk dicontoh antara lain:



a. Melanggar apa yang menjadi isi Konstitusi, yaitu kita melanggar aturan atau norma yang telah ditetapkan di dalam Konstitusi kita



b. Menyalahgunakan Konstitusi intuk kepentingan diri sendiri atau kelompok, yaitu menggunakan peraturan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompok(menyelewengkan kekuasaan) ataupun untuk memperkaya diri maupun kelompok (korupsi)











Perilaku yang menunjukan kesetiaan Bela Negara



Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.



Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara dan Syarat-syarat tentang pembelaan diatur dengan undang-undang.



Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas, dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.



Unsur Dasar Bela Negara



1. Cinta Tanah Air



2. Kesadaran Berbangsa & bernegara



3. Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara



4. Rela berkorban untuk bangsa & negara



5. Memiliki kemampuan awal bela negara







Adapun perilaku-perilaku yang menunjukan kesetiaan bela negara antara lain:



a. Menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga, agar tidak terjadi permusuhan yang dapat menimbulkan perang



b. Ikut serta menjaga keamanan di masyarakat (siskampling)



c. Ikut menolong saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana



d. Belajar dengan tekun, terutama Pendidikan Kewarganegaraan untuk membentuk karakter bangsa

Jumat, 11 Oktober 2013

iPhone 6 Bakal Pakai Layar 5,7 Inci?

Apple
iPhone 5S
 Seperti diprediksi perusahaan riset pasar DisplaySearch, Apple akan merilis generasi terbaru iPhone yang direncanakan berukuran 5,7 inci pada paruh kedua 2014.

Sejak dirilis pada 2007, iPhone selalu muncul dengan ukuran layar kisaran 3,5 inci. Hingga akhirnya pada iPhone 5 ukuran itu "bertambah" menjadi 4 inci.

Di sisi lain, banyak perangkat ponsel pintar merek lain mengadopsi layar dengan ukuran yang lebih besar. Rata-rata perangkat kelas atas saat ini memiliki layar 5-6 inci. 

Persaingan yang semakin ketat diyakini bakal membuat Apple harus segera keluar dari "zona nyaman"-nya. Salah satunya, mungkin, dengan menyesuaikan ukuran layar. 

"Menurut penelitian di rantai pasokan, kami percaya Apple sedang merencanakan untuk memperbaiki hampir semua layar di produk mereka dalam setahun ke depan," tulis analis David Hsieh dari DisplaySearch. 

Akankah iPhone melakukan penyesuaian ini? Kita tunggu saja.



Sumber : kompas

Selasa, 08 Oktober 2013

How to Make a permanent, reusable glow stick


Make a reusable glow stick, glow-in-the-dark-style! Imagine, you'll never have to buy one of those ChemLite's again, because you can reuse this homemade glow stick over and over again. This video tutorial will show you how to make a permanent, reusable glow stick. The materials in this experiment are simple: epoxy resin, straw, and some phosphor powder.
C For Chemistry delves into the chemistry of science experiments. This chemist knows what he's talking about. These chemistry experiments are not only fun, but very educational for all of those interested in scientific chemical reactions and properties.
HOW TO:
1. Ready the epoxy resin.
2. Copper doped zinc sulfide is added to syringe.
3. Add an equal amount of epoxy resin to the syringe.
4. Stir with a glass rod.
5. Inject mixture into tube (straw).
6. Leave syringe and tube undisturbed until completely hardened.
CHEMISTRY OF IT:
Phosphor powder carries property of phosphorescence, which is a specific type of photoluminescence related to fluorescence. Don't confuse this with chemiluminescence used in commercial glow stick, which depends on energy of chemical reactions.
Check out more of C for Chemistry science videos on WonderHowTo.

Music: Funkorama by Kevin MacLeod @ Incompetech
Licensed under Creative Commons "Attribution 3.0"

Soal MID Semester || Seni Tari || Kelas 8 || Tahun 2012

A. ISIAN


  1. Apa Gunanya Kita berolah tubuh ? _______________
  2. Urutan ke berapa gerak pinggung pada olah tubuh ? ________
  3. Tari Cendrawasih berasal dari ___________
  4. Tari gendang Beleq dipergunakan unutuk menyambut __ pada zaman dahulu kala.
  5. Tari Gendang Beleq sekarang ini digunakan untuk _____
  6. Siapakah pencipta Tari Putri Mandalika ..? ______
  7. Tari Gandrung termasuk Tari _____
  8. Tari Rudat dahulu dipergunakan untuk _____
  9. Tari Burdah Putra Mataram diciptakan oleh _______
  10. Gerakan pingging termasuk urutan ke _____




B. URAIAN

 1. Jelaskan Urutan Olah Tubuh !
 2. Jelaskan keuntungan kita belajar seni budaya Tari !
 3. Jelaskan Cerita Legenda Putri Mandalika !
 4. Jelaskan tentang Tari Rudat !
 5. Jelaskan tentang Tari Gendang Beleq !





Just IT ^^

Soal MID Semester 1 || Seni Tari || Kelas 8 || Tahun 2011

A. ISIAN SINGKAT



  1. Tari Gendang Beleq berasal dari ___________
  2. Tari Rudat termasuk tari __________________
  3. Tari Legong Keraton berasal dari __________
  4. Tari Jaepong berasal dari _________________
  5. Tari Pendet berasal dari __________________
  6. Tari Daha Lira bersala dari Kabupaten _____
  7. Tari Mandalika ditata oleh ________________
  8. Tari Dadara Boto ditata oleh ______________
  9. Didik Ninik Towok Adalah Penari dari ______
  10. Tari Piring berasal dari __________________




B. URAIAN

11. Apa Guna Kita [Tulisan Buram]
12. Apa Keuntungan kita belajar menari ? Jelaskan!
13. Apa Guna kita belajar Tari Tradisional ? Jelaskan!
14. Ceritakan tentang Tari Putri Mandalika !!
15. Mengapa Tari Gandrung disebut Tari Pergaulan ? Jelaskan!







Cuma Itu Bro :D .... Tulisan [Tulisan Buram] itu Soal gg jelas ^^


DAFTAR NAMA TARIAN DAERAH INDONESIA

Indonesia yang sangat kaya akan budaya dan adat istiadatnya sangat mengagumkan dunia, terbukti demikian banyak budaya yang semebar di pelosok Indonesia yang belaum sempat tergali oleh dinas Pariwisata setempat. misalnya budaya tarian. Masih sedemikian banyaknya  tarian-tarian daerah yang belum disahkan oleh pemerintah, sehingga tarian yang terlupakan itu demikian sangat populer di kalangan daerah itu sendiri. Dibawah ini sejumlah tarian daerah yang sudah dapat pengakuan dari pemerintah Indonesia.


 Tarian Daerah Sumatra Utara

>  Tari Serampang Dua Belas, Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan tari pergaulan.
>  Tari Tor Tor, Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk.

Tarian Daerah Istimewa Aceh

> Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh   keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.
> Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam

Tarian Daerah Sumatra Barat

>  Tari Piring : Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang dan malam harinya bersukaria bersama-sam.
>  Tari Payung : Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang pria melindungi kepala sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap wanita.

Tarian Daerah Bengkulu

> Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.
 > Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong. 

Tari-tarian Daerah Jambi

> Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari     Melayu.
> Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.

Tarian Daerah Riau

>  Tari Tandak, merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.
>  Tari Joged Lambak, adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan disenangi 

Tarian Daerah Lampung.

>  Tari Jangget, adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.
>  Tari Malinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung. Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.

Tarian Daerah Sumatra Selatan

>  Tari Tanggal, merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai upacara kebesaran adat.
>  Tari Putri Bekhusek, artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah Sumatra Selatan

Tarian Daerah Bali

> Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.
> Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa
  
 Tarian Daerah DKI Jakarta

> Tari Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.
> Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara. 


Tarian  Daerah Jawa Barat

> Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak.
> Tari Merak, sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.

TarianDaerah Jawa Tengah

>  Tari Serimpi, sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.
>  Tari Bambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah   perlambang penumpasan angkara murka.

Tarian Daerah Istimewa Yogyakarta

>  Tari Serimpi Sangu Pati, sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut.
>  Tari Bedaya, merupakan tarian keraton yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama yang lemah gemulai


Tarian Daerah JawaTimur

>  Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.
>  Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan. 

Tarian Daerah kalimantan Barat

>  Tarri Monong, merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi
>  Tari Zapin Tembung, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat

Tarian Daerah Katimantan Selatan

>  Tari Baksa Kembang, merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.
>  Tari Radab rahayu, di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan.

Tarian Daerah Kalimantan tengah

>  Tari Tambun dan bungai, Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat.
>  Tari Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.

Tarian Daerah Kalimantan Timur

>  Tari Gong, di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung. Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku.
>  Tari perang, Tari yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.

Tarian Daerah Maluku

>  Tari Lenso. merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat Maluku.
>  Tari Cakalele, adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.

Tarian Daerah Maluku Utara

>  Tari Perang, Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari medan juang.
>  Tari Nahar Ilaa, tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela” kesepakatan kampung untuk membangun.

Tarian Daerah Nusa Tenggara Barat

>  Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau upacara khitanan keluarga raja.
>  Tari Batunganga, sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu.

Tarian Daerah Nusa Tenggara Timur

>  Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai.
>  Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya.

Tarian Daerah Papua Barat danTengah

>  Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang menjadi korban angi-angi (jejadian).
>  Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawana, dan kegagahan rakyat Papua.

Tarian Daerah Papua Timur

>  Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk dalam menyambut para tamu yang dihormati.
>  Tari Musyoh, merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah or¬ang meninggal karena kecelakaan.

Tarian Daerah Sulawesi Selatan

>  Kipas, tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas samhil mengikuti alunan lagu.
>  Tari Bosara, merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-gerakan badannya sangat luwes.

Tarian Daerah Sulawesi Tengah

>  Tari Lumense, tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk menyambut tamu agung.
>  Tari Peule Cinde, termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu. 

Tarian Daerah Sulawesi Tenggara

>  Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung. Tari rakyat ini berasal dari Buton.
>  Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang menyentuh hati.

Tarian Daerah Sulawesi Utara

>  Tari Maengket, merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan.
>  Tari Polopalo, adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Description Text Of RAfflesia Arnoldii (Working Together with Anez)

Rafflesia Pict

Description
Scientific NamesRafflesia arnoldii
Common NamesGiant PadmaRare PadmaCorpse FlowerMeat Flower
Plant Type: Giant flower.
Plant Size: 12-100 cm in diameter.

Native HabitatRafflesia arnoldii is found in tropical rain forests in Indonesia.
Native RangeRafflesia arnoldii is found in tropical rain forests in southeast Asia, especially in the rainforests of Sumatra, Java and Borneo.
Conservation Status: How many of these plants still survive is unknown, but as the remaining primary forests of Borneo and Sumatra disappear, it can be assumed that their numbers are dwindling. Many are known to be nearing extinction. Some environmentalists are developing ways to recreate the species environment in an effort to stimulate their recovery. This has proved unsuccessful so far. Steps are also being taken to conserve the forests of Sumatra and Borneo. To help counter the over-collection of this rare plant, residents that have Rafflesia on their private property are encouraged to save the flowers and charge a small fee to see them.



             Rafflesia arnoldii is a member of the genus Rafflesia. It is noted for producing the largest individual flower on earth, and a strong odor of decaying flesh - the latter point earning it the nickname of Corpse Flower or Meat Flower. It is an endemic plant that occurs only in the rainforests of Sumatra Island, Indonesia. Although there are some plants with larger flowering organs like the Titan Arum and Talipot palm, those are technically clusters of many flowers.


             Rafflesia arnoldii is one of the three national flowers in Indonesia, the other two being the White jasmine and Moon orchid.  It was officially recognized as a national Rare Flower in Presidential Decree No. 4 in 1993. Several species of Rafflesia grow in the jungles of southeast Asia, including the Philippines. Many of them are threatened or endangered. The flower of Rafflesia arnoldii is the largest, growing to a diameter of around 1 m (3 ft) and weighing up to 11 kilograms (24 lb).

     
                Rafflesia lacks any observable leaves, stems or even roots, yet is still considered a vascular plant. Similar to fungi, individuals grow as thread-like strands of tissue completely embedded within and in intimate contact with surrounding host cells from which nutrients and water are obtained. This plant produces no leaves, stems or roots and does not have chlorophyll. It can only be seen when it is ready to reproduce. Perhaps the only part of Rafflesia that is identifiable as distinctly plant-like are the flowers; although, even these are unusual since they attain massive proportions, have a reddish-brown coloration and stink of rotting flesh, which is why it was nicknamed the Corpse Flower. This scent attracts insects such as flies which then pollinate the rare plant. It is not to be confused with the Titan Arum, Amorphophallus titanum, which is also commonly referred to as theCorpse flower.






Thanks for  :   Tree DIrectory Link